Gubernur Yulius Selvanus Dukung Pengembangan Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Manado, Tekankan Etika dan Kemanusiaan

EdisiBacirita.com – Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk mendukung pengembangan pendidikan tinggi, khususnya Fakultas Kedokteran Universitas Katolik De La Salle Manado.

Komitmen tersebut disampaikan Yulius saat mengunjungi Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Manado, Senin (19/10/2026), bersama jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara.

Menurut Gubernur, kunjungan tersebut bukan sekadar agenda kerja formal, melainkan bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap keberlangsungan dan kemajuan institusi pendidikan tinggi di Sulawesi Utara.

Ia menilai, tahun ajaran pertama Fakultas Kedokteran merupakan fase penting yang membutuhkan dukungan, komitmen, dan kerja sama berbagai pihak agar proses pendidikan dapat berjalan optimal.

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara siap berjalan berdampingan dengan Unika De La Salle untuk memastikan ekosistem pendidikan di sini tumbuh sehat, unggul, dan berdaya saing,” ujar Yulius.

Dalam kunjungan itu, Gubernur meninjau perkembangan penyelenggaraan perkuliahan sekaligus mendengarkan berbagai kendala dan tantangan yang dihadapi dalam pengembangan Fakultas Kedokteran.

Ia menegaskan, pembangunan institusi pendidikan kedokteran yang berkualitas membutuhkan dedikasi, kerja keras, serta sinergi lintas sektor. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi dinilai penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang unggul bagi Sulawesi Utara.

Yulius juga mengingatkan yayasan dan pimpinan rektorat Unika De La Salle Manado agar terus menjaga tata kelola profesional, integritas akademik, serta kepemimpinan yang berlandaskan nilai-nilai iman dan kemanusiaan.

Ia berharap Fakultas Kedokteran tersebut dapat berkembang menjadi center of excellence atau pusat keunggulan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga menjunjung tinggi moralitas dan semangat pelayanan kepada masyarakat.

Pesan khusus turut disampaikan kepada dekan dan jajaran dosen. Gubernur menekankan bahwa pendidikan kedokteran tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu medis, tetapi juga harus membentuk dokter yang beretika, berempati, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

“Mendidik calon dokter bukan sekadar mentransfer ilmu pengetahuan medis, melainkan membimbing jiwa humanis, mengasah etika profesi, serta menanamkan rasa empati yang mendalam,” demikian pesan Gubernur kepada para tenaga pendidik.

Perhatian Gubernur juga tertuju kepada mahasiswa angkatan pertama Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Manado. Mereka disebut sebagai pionir yang memiliki peran penting dalam perjalanan dan sejarah perkembangan fakultas tersebut.

Yulius mendorong para mahasiswa untuk menjalani pendidikan dengan tekun, disiplin, serta memiliki ketahanan mental yang kuat. Selain menguasai ilmu kedokteran, mahasiswa diharapkan terus mengembangkan rasa ingin tahu dan kepedulian terhadap sesama sejak dini.

Menurutnya, profesi dokter membawa tanggung jawab besar karena berkaitan langsung dengan keselamatan, kesehatan, dan harapan masyarakat yang membutuhkan pertolongan.

Karena itu, pembentukan karakter, integritas, dan nilai-nilai kemanusiaan harus berjalan beriringan dengan penguasaan kompetensi medis selama proses pendidikan.

Gubernur menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan merupakan salah satu unsur penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Melalui dukungan terhadap pengembangan Fakultas Kedokteran Unika De La Salle Manado, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap perguruan tinggi dapat berkontribusi lebih besar dalam mencetak tenaga profesional yang kompeten, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Kerja sama yang berkelanjutan antara pemerintah dan perguruan tinggi diharapkan turut mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pembangunan sektor kesehatan di Sulawesi Utara.

Dengan demikian, pengembangan pendidikan kedokteran tidak hanya menjadi kepentingan institusi pendidikan, tetapi juga bagian dari upaya menyiapkan tenaga kesehatan masa depan yang mampu melayani masyarakat dengan kompetensi, tanggung jawab, dan hati nurani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *