Asap Karhutla Makin Mengancam, Wagub Victor Mailangkay Instruksikan Langkah Perlindungan Warga

EdisiBacirita.com – Kualitas udara di Sulawesi Utara kian menjadi perhatian menyusul dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Di Lansot, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) tercatat mencapai 197 atau masuk kategori tidak sehat berdasarkan pemantauan Rabu (14/10/2026) pukul 08.00 WITA.

Data pada laman resmi Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup menunjukkan parameter PM2.5 berada pada angka 197, sedangkan PM10 mencapai 109. Tingginya partikulat di udara berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama bagi warga yang terpapar asap dalam waktu lama.

Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan asap karhutla, termasuk kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Lokon dan Gunung Klabat.

Merespons situasi itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, menerbitkan surat edaran tertanggal 14 Oktober 2026. Melalui kebijakan tersebut, bupati dan wali kota se-Sulawesi Utara diminta memperkuat langkah antisipasi serta meningkatkan perlindungan kesehatan masyarakat di wilayah terdampak.

Pemerintah kabupaten dan kota diminta memantau perkembangan kualitas udara, menyampaikan informasi secara berkala kepada masyarakat, serta mengoordinasikan penanganan sesuai kondisi di lapangan.

Warga yang beraktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak juga diimbau menggunakan masker respirator yang memenuhi standar. Aktivitas luar ruangan, khususnya olahraga dan kegiatan fisik berat, perlu dikurangi ketika kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat atau lebih buruk.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki penyakit paru-paru dan jantung. Kelompok ini diminta membatasi paparan asap demi mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Tak hanya itu, dinas kesehatan di setiap kabupaten dan kota diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata, sesak napas, dan keluhan lainnya. Puskesmas, rumah sakit, serta fasilitas kesehatan juga diharapkan memperkuat kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada warga terdampak.

Surat edaran tersebut turut menekankan pentingnya edukasi publik melalui media massa, media sosial, sekolah, tempat kerja, hingga pemerintah kecamatan dan desa/kelurahan. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak membakar sampah, membuka lahan dengan api, maupun melakukan pembakaran terbuka yang dapat memperburuk pencemaran udara.

Dalam penanganan karhutla, koordinasi lintas instansi diminta diperkuat untuk memantau titik api, mencegah perluasan kebakaran, serta memperbarui informasi mengenai wilayah terdampak dan sebaran asap.

Pemerintah kabupaten dan kota juga diminta melaporkan perkembangan kualitas udara, potensi gangguan kesehatan, serta langkah penanganan yang telah dilakukan kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui instansi terkait.

Dengan ISPU yang mencapai 197 di salah satu wilayah pemantauan Tomohon, upaya pengendalian karhutla dan perlindungan masyarakat menjadi semakin mendesak. Warga yang mengalami sesak napas atau keluhan berat lainnya diimbau segera mencari pertolongan medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *