MINAHASA – Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Dr. J. Victor Mailangkay, SH., MH., menegaskan keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga Provinsi Sulawesi Utara harus menjadi instrumen nyata pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi.
Pesan tersebut disampaikan Victor saat menghadiri kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat Terintegrasi Tiga Provinsi Sulawesi Utara di Desa Tampusu, Kecamatan Remboken, Kabupaten Minahasa, Senin (31/8/2026).
Menurut Victor, Sekolah Rakyat tidak boleh hanya dipandang sebagai fasilitas pendidikan atau tempat belajar bagi anak-anak. Program tersebut harus menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam membuka kesempatan pendidikan bagi masyarakat yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.
“Sekolah Rakyat merupakan bagian penting dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan dan membangun masa depan,” ujar Victor.
Victor menilai pendidikan memiliki posisi strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, keberadaan Sekolah Rakyat harus dibarengi dengan penguatan karakter, kedisiplinan, keterampilan dan pembinaan yang berkelanjutan.
Ia menekankan, lingkungan pendidikan harus mampu membentuk peserta didik secara utuh, bukan hanya mengejar kemampuan akademik.
“Anak-anak ini adalah generasi yang akan menentukan masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, mereka harus dibekali bukan hanya dengan ilmu pengetahuan, tetapi juga karakter, disiplin dan tanggung jawab,” tegasnya.
Victor berharap para peserta didik dapat memanfaatkan momentum MPLS untuk mengenal lingkungan sekolah, membangun kebersamaan sekaligus menumbuhkan semangat belajar sejak hari pertama.
Di sisi lain, Victor menggarisbawahi pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota agar program Sekolah Rakyat dapat berjalan secara optimal.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak dapat dibebankan hanya kepada satu institusi. Dukungan pemerintah daerah, instansi vertikal, tenaga pendidik, orang tua dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan program.
“Kolaborasi adalah kunci. Pemerintah provinsi dan kabupaten/kota harus memberikan dukungan sesuai kewenangan masing-masing agar program ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Kehadiran Victor dalam kegiatan MPLS tersebut sekaligus menunjukkan komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dalam mengawal program pendidikan dan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, S.S., MAP, menyatakan dukungan Pemerintah Kabupaten Minahasa terhadap keberadaan Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Menurut Vanda, program tersebut merupakan terobosan dalam memperluas akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan kesempatan pendidikan lebih luas.
“MPLS ini jangan hanya menjadi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah, tetapi menjadi momentum awal untuk membentuk karakter, kedisiplinan dan semangat belajar para siswa,” ujar Vanda.
Ia juga menegaskan kesiapan Pemkab Minahasa untuk terus mendukung penguatan sarana dan kualitas pendidikan di wilayah Minahasa.
Kegiatan MPLS di Desa Tampusu tersebut turut dihadiri Direktur Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia Kementerian Sosial RI Dr. Suratna, M.Psi., Wakil Bupati Minahasa Vanda Sarundajang, serta sejumlah kepala daerah kabupaten/kota di Sulawesi Utara.
Hadir pula jajaran Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Tim Ahli Gubernur, pimpinan instansi vertikal tingkat provinsi dan Kabupaten Minahasa, Kepala Sekolah SRT Tiga Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Sekolah SRMP 21 Manado, para orang tua serta siswa peserta MPLS.
MPLS Sekolah Rakyat di Tampusu akhirnya tidak sekadar menjadi seremoni penyambutan siswa baru. Momentum tersebut menjadi penegasan bahwa pendidikan ditempatkan sebagai fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk keluar dari keterbatasan sosial dan ekonomi.
Sekolah Rakyat diharapkan bukan hanya mencetak siswa yang berprestasi, tetapi melahirkan generasi yang berkarakter, mandiri dan memiliki kesempatan yang lebih besar untuk membangun masa depan.













