Aryo Djojohadikusumo Sebut Tompaso sebagai Rumah Para Juara Pacuan Kuda Indonesia

MINAHASA – Ketua Umum Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (PP PORDASI), Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyebut Minahasa sebagai salah satu daerah penghasil kuda pacuan terbaik di Indonesia. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Indonesia’s Horse Racing (IHR) Kejuaraan Nasional Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 di Gelanggang Pacuan Kuda Maesa Tompaso, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, Sabtu (24/10/2026).

Dalam sambutannya, Aryo menegaskan bahwa Tompaso memiliki tempat istimewa dalam perkembangan olahraga pacuan kuda nasional. Tradisi berkuda yang tumbuh di daerah tersebut dinilainya menjadi salah satu kekuatan penting bagi lahirnya kuda-kuda berprestasi di Tanah Air.

“Kuda-kuda pacuan terbaik di Indonesia, asalnya dari Minahasa. Jadi memang di sini adalah home of horse racing di Indonesia, rumah dari banyak juara-juara berkuda di Indonesia,” ujar Aryo.

Tak hanya memberikan apresiasi, Aryo juga menyampaikan komitmennya untuk kembali menghadirkan lebih banyak perlombaan pacuan kuda di Tompaso pada masa mendatang.

“Saya tidak akan melupakan Maesa Tompaso. Kita akan buat lebih banyak perlombaan di sini dan hadiah yang banyak,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menjadi angin segar bagi komunitas berkuda di Sulawesi Utara, terutama setelah sekian lama daerah ini tidak menjadi tuan rumah kejuaraan pacuan kuda tingkat nasional.

Bagi Tompaso, penyelenggaraan IHR Kejurnas Seri II bukan sekadar agenda kompetisi, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat tradisi dan pembinaan olahraga berkuda di Indonesia.

Aryo menjelaskan, Kejurnas PORDASI menjadi arena kompetisi tertinggi bagi kuda-kuda pacuan nasional sekaligus ajang pengumpulan poin dari dua seri perlombaan untuk menentukan juara umum Piala Presiden Republik Indonesia Tahun 2026.

Dalam kesempatan itu, ia turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Kabupaten Minahasa atas dukungan fasilitas serta sarana dan prasarana yang menunjang penyelenggaraan kejuaraan.

“Terima kasih yang tidak terhingga kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Kabupaten Minahasa atas dukungan fasilitas, sarana, dan prasarananya yang luar biasa,” katanya.

89 Kuda Bersaing dalam 16 Kelas

IHR Kejurnas Pacuan Kuda PORDASI ke-60 Seri II 2026 diikuti 89 kuda dari 14 kontingen yang bersaing dalam 16 kelas pertandingan.

Sejumlah kuda yang telah mencatatkan prestasi dalam rangkaian IHR 2026 turut meramaikan persaingan. Pada kelas A Star of Stars dengan jarak 2.200 meter, terdapat Zilong Rimboka dari Rimboka Stable, Monochrome dari Miranda Stable, serta Kashmir BB dan Duke BB dari Blue Blood Stable.

Sementara itu, Kelas A Super Sprint dengan jarak 1.300 meter diikuti Nara Eclipse dari Eclipse Stable, serta Surya BB dan Vhagar BB dari Blue Blood Stable.

Pada Kelas B dengan jarak 1.850 meter, persaingan diramaikan Melasti dari Miranda Stable, Kancil Mas T.A dari Tombo Ati Stable, dan Agatha Star. Adapun Beautiful Sion dari Prima Sion Stable tampil di Kelas B Sprint dengan jarak 1.200 meter.

Kejuaraan ini merupakan bagian dari rangkaian Indonesia’s Horse Racing 2026 bertajuk Race to the World Stage, yang mempertemukan kuda-kuda unggulan dari berbagai daerah dalam persaingan memperebutkan prestasi nasional.

Dengan komitmen untuk kembali menggelar lebih banyak perlombaan di Maesa Tompaso, harapan pun terbuka agar Sulawesi Utara semakin sering menjadi bagian dari kalender pacuan kuda nasional, sekaligus mendorong pembinaan atlet, joki, dan kuda pacuan lokal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *