Wagub Victor Mailangkay Bacakan Sambutan Gubernur di Hari Kebudayaan 2026, Tegaskan Pentingnya Menjaga Jati Diri Bangsa

MANADO — Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay, mewakili Gubernur Sulawesi Utara dalam peringatan Hari Kebudayaan 2026 yang digelar di Atrium Manado Town Square (Mantos), Senin (19/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Victor membacakan sambutan gubernur yang menekankan pentingnya menjaga dan melestarikan budaya sebagai bagian dari identitas bangsa.

Peringatan yang mengusung tema “Budaya Hidup, Indonesia Berdaya” ini menjadi momentum untuk mengingatkan masyarakat bahwa kebudayaan bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan warisan berharga yang harus terus dijaga, dikembangkan, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Dalam sambutan yang dibacakannya, Victor menegaskan bahwa budaya memiliki peran penting dalam membentuk jati diri bangsa sekaligus menjadi kekuatan yang menyatukan masyarakat di tengah perkembangan zaman.

“Budaya bukan hanya warisan masa lalu, tetapi juga jati diri bangsa yang harus terus kita rawat dan lestarikan,” demikian pesan dalam sambutan tersebut.

Pesan itu menegaskan bahwa pelestarian budaya membutuhkan keterlibatan semua pihak. Tidak hanya melalui kegiatan seremonial, tetapi juga lewat tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menjaga tradisi, mengenalkan kesenian daerah, hingga menanamkan kecintaan terhadap budaya lokal kepada generasi muda.

Di Sulawesi Utara, keberagaman tradisi, bahasa, kesenian, dan adat istiadat merupakan kekayaan yang menjadi bagian penting dari identitas daerah. Karena itu, upaya pelestarian budaya diharapkan terus mendapat perhatian dan dukungan dari pemerintah maupun masyarakat.

Dalam sambutannya, Victor juga menyampaikan harapan agar seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan baik dan membawa semangat bersama untuk menjaga warisan budaya.

“Selamat mengikuti rangkaian acara ini. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa senantiasa menyertai dan memberkati kita semua dalam menjaga dan melestarikan budaya,” demikian petikan sambutan yang dibacakannya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan staf ahli gubernur.

Peringatan Hari Kebudayaan 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan, tetapi menjadi pengingat bahwa budaya harus tetap hidup di tengah masyarakat. Sebab, menjaga budaya berarti merawat identitas, memperkuat kebersamaan, dan memastikan warisan leluhur tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *